A Latar Belakang Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama, seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar. Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu. PengertianSeni Lukis, Tujuan Berkarya Seni Lukis dan Aliran Seni Lukis - Seni Budayaku. Latar Belakang Suatu Lukisan Disebut - fajrulaini. Lukisan-lukisan Jepang yang menginspirasi Van Gogh - BBC News Indonesia. Paman Tigis: Seni Lukis: Pengertian, Teknik, Unsur, Prinsip, Alat dan Bahannya. Aliran Seni Lukis : Unsur, Tokoh Dan 20 Contoh Gambar Denganmenggunakan teknik dan bahan yang berbeda-beda tersebut ternyata menghasilkan lukisan yang bermacam jenis. Berikut ini beberapa Jenis Lukisan Berdasarkan Teknik Dan Bahan Yang Digunakan. 1. Lukisan Tempera. Tempera adalah medium lukisan kekal cepat kering yang terdiri dari pigmen pewarna dicampur dengan medium pengikat larut air seperti Vay Tiền Nhanh Ggads. Pengertian media lukis adalah bahan yang digunakan sebagai wujud karya seni ataupun bahan untuk melukis karya sebelumnya kami sudah membahas mengenai lukisan kaca dan sejarahnya, masih ada banyak macam macam media lukis dan teknik melukis lainnya yang bisa banyak media lukis yang digunakan pada seni lukis, selain kanvas. Contohnya adalah lukisan grafir kaca lukisan mozaik dari kayu, dan lain media yang berbeda akan membutuhkan cara melukis dan alat yang berbeda dasarnya semua bahan yang dapat mengikat pigmen cat bisa digunakan sebagai media lukis. Pelukis-pelukis tersohor zaman Renaissance seperti Leonardo da Vinici dan Michaelangelo bahkan menciptakan teknik melukis baru dengan menaburkan bubuk cat ke plester yang masih hanya berkat perkembangan teknik, penemuan bahan-bahan baru juga menyebabkan munculnya media lukis baru. Contohnya lembaran kaca yang pertama kali tercipta pada abad ke-14 dijadikan media lukis setelah adanya penemuan cat di lagi perkembangan lokal seperti daerah Jawa yang menciptakan corak budaya dan lukisannya di banyaknya media lukis, artikel ini akan membahas beberapa yang sering Media Lukis KanvasKanvas adalah kain tenunan khusus yang polos dan memiliki daya tahan kain ini sangat umum digunakan pada berbagai bidang karena sifatnya yang sulit robek, contohnya untuk layar kapal, tenda, tas, dan lain dunia seni, kanvas bisa disebut sebagai primadona media lukis tradisional. Berbagai aliran seni lukis menggunakan kanvas sebagai media utama, misalnya aliran Naturalisme, Realisme, Romantisme, Kubisme, Impresionisme dan banyak dengan kertas yang sifatnya mudah rusak, lukisan yang dibuat di atas kanvas cenderung dapat bertahan lama. Bahkan sampai ratusan tahun jika mendapat perawatan yang biasanya digunakan untuk melukis setelah dilapisi dengan cat dasar untuk mencegah cat minyak terserap oleh serat kainnya. Cara menyiapkannya cukup siapkan kain yang ingin digunakan dan bentangkan pada spanram bingkai rentang. Jangan lupa beri paku/steples pada pinggiran bingkai saat melakukannya, supaya kain bisa direntangkan dengan membuat pelapis dasarnya, Anda bisa menggunakan cat tembok dan lem kayu. Campur dengan takaran 1 cat tembok 2 lem kayu, lalu tambahkan air campuran ini encer, lapisan kanvas bisa retak saat mengering jika campurannya kental. Tunggulah sampai mengering, lalu ulangi proses pelapisan sebanyak 2 proses tersebut selesai, kanvas siap untuk digunakan Media Lukis MuralMural adalah metode melukis yang biasanya dilakukan pada dinding. Jadi cabang seni ini menggunakan dinding/tembok atau permukaan permanen yang serupa untuk membuat banyak aliran seni yang menggunakan dinding sebagai media ekspresi. Hal ini sudah dilakukan sejak zaman Renaissance. Leonardo da Vinci, Michaelangelo, Raphael adalah beberapa pelukis bersejarah yang berkarya menggunakan media banyak karya besar Itali yang dilukis pada media dinding, contohnya lukisan The Creation of Adam seperti pada gambar di atas, lukisan The Last Supper, dan lukisan pada langit-langit Sistine tidak hanya di Eropa, tapi lukisan mural juga merupakan kebiasaan pada beragam kebudayaan di dunia contohnya China dan zaman modern, penggunaan lukisan mural berkembang dengan adanya alat baru seperti cat semprot, aliran baru seperti grafiti, ataupun berbagai teknik melukis pada tembok yang bisa menciptakan tekstur-tekstur tetapi pergeseran budaya menyebabkan seni mural lebih banyak digunakan anak-anak muda untuk ekspresi diri yang negatif. Contohnya sembarangan mencoret-coret dinding yang ada di kota tanpa seijin pemiliknya vandalisme.3. Media Lukis MozaikLukisan mozaik menarik karena merupakan media lukis sekaligus bahan adalah kerajinan kain perca, karya seni mozaik diciptakan dengan menyusun bahan dari berbagai warna. Jika dilihat, susunan warna-warna tersebut akan membentuk lukisan yang yang digunakan untuk lukisan mozaik bisa bermacam-macam. Mulai dari yang standar seperti potongan kain, pecahan kaca, manik-manik hingga bongkahan-bongkahan batu dan batang-batang dan media apa pun bisa dibuat menjadi lukisan mozaik, asalkan Anda mau Media Lukis KacaSebagai media lukis, kaca memiliki tempat tersendiri bagi bangsa Indonesia. Terbukti dengan adanya daerah-daerah yang tekenal dengan karya lukisan kacanya seperti Cirebon dan Bali. Bahkan seni lukis kaca sudah menjadi budaya turun temurun untuk warga daerah unik dari kaca sebagai media lukis adalah penggarapannya harus menggunakan teknik melukis terbalik. Karena kaca dilukis di bagian permukaan belakang, sisi kanan dan kiri akan menjadi terbalik pada hasil sisi kanan kiri, urutan penggarapan pun harus dibalik. Jadi pelukis akan mulai dari obyek utama yang paling detail, baru menimpakan latar belakang di atasnya. Ketika hasil akhir sudah jadi, obyek utama akan terlihat berada di depan latar perkembangannya, lukisan kaca tidak hanya dibuat menggunakan cat dan kuas. Bisa juga dibuat dengan teknik grafir kaca atau ukir kerajinan kaca grafir ini biasanya dimanfaatkan sebagai kaca hias untuk jendela dan pintu rumah ataupun sering disebut juga sebagai kaca ukir, tapi kaca seni yang satu ini tidak dibuat dengan menggunakan tatah atau pisau ukir seperti halnya ukiran kayu grafir dibuat dengan cara menembakkan pasir khusus untuk “menggores” permukaan kaca atau diistilahkan dengan metode sandblasting kaca. Pengrajin akan mengatur penggunaan sandblast supaya bisa membentuk desain kaca grafir yang dengan kaca kembang yang dibuat dengan menyusun potongan-potongan kaca yang direkatkan menggunakan bingkai logam, pembuatan kaca grafir tergolong cepat dan ini membuat harga kaca grafir per meter dari pengrajin biasanya lebih terjangkau dari hasil karya kaca Media Lukis BatikBatik adalah media kain yang digambar secara khusus menggunakan bahan malam dan proses pencelupan yang Anda tahu, seni batik adalah seni khas Indonesia yang sudah dikenal seluruh dunia. Tapi yang mungkin belum Anda tahu adalah batik juga digunakan sebagai media dan metode melukis oleh beberapa seniman handal dengan batik biasa, lukisan batik lebih ekspresif dan bebas karena berusaha keluar dari pola tetap batik biasanya. Selain itu lukisan batik dibuat dengan cara melukis langsung, tanpa adanya proses mempersiapkan pola-pola yang ingin digambar terlebih SINGKATSelain macam media lukis yang telah diutarakan di atas, sebenarnya masih banyak lagi media lukis yang ada. Apalagi seni lukis juga terus berkembang, dieksplorasi seiring dengan adanya perkembangan zaman dan artikel berikutnya, kami akan mengajak Anda menengok bentuk seni lain yang terbuat dari kaca, yaitu kaca patri. Anda bisa mengikuti tulisan tersebut melalui tautan ini KACA PATRI juga mencarihttps//mostlybraindump com/kerajinan/macam-media-lukis/ Seni lukis merupakan salah satu dari sekian banyak cabang-cabang seni rupa. Seni lukis sendiri adalah seni yang mengapresiasikan kreatifitas seorang seniman melalui bidang dua dimensi, seperti kanvas, papan, kertas, dan sebagainya dengan cara melukis. Dengan cara melukis, seorang seniman akan menghasilkan sebuah seni yang dinamakan seni sendiri adalah sebuah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu. Medium lukisan sering kali dilukiskan diatas kanvas, akan tetapi pada saat sekarang ini medianya bisa berupa kertas, papan, dan bahkan film di dalam fotografi bisadianggap sebagai media lukisan, alat yang digunakan dalam melukispun beragam asalkan dapat memberikan imaji tertentu sesuai dengan media yang terkaitsejarah dan teknik dasar airbrushseni rupa terapanmuseum seni rupa dan keramikfungsi seni rupa terapanseni rupa 3 dimensiSetelah hilang dari dunia Perblog-kan dikarenakan malas Akhirnya saya kembali. Kali ini saya akan membagikan Aliran-aliran seni lukis seni modern. Ya ini adalah tugas seni budaya dan semua ini saya kumpulkan dari berbagai macam sumber yang bertebaran di internet dan saya hanya mengumpulkan dan merapikannya menjadi satu ditambah gambar saya tambahkan pada setiap aliran. Baiklah daripada belama-lama, berikut aliran-aliran seni lukis modern SurrealismeLukisan dengan aliran ini kebanyakan menyerupai bentuk-bentuk yang sering ditemui di dalam mimpi. Pelukis berusaha untuk mengabaikan bentuk secara keseluruhan kemudian mengolah setiap bagian tertentu dari objek untuk menghasilkan sensasi tertentu yang bisa dirasakan manusia tanpa harus mengerti bentuk aslinya. KubismeAdalah aliran yang cenderung melakukan usaha abstraksi terhadap objek ke dalam bentuk-bentuk geometri untuk mendapatkan sensasi tertentu. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Pablo Picasso . RomantismeMerupakan aliran tertua di dalam sejarah seni lukis modern Indonesia. Lukisan dengan aliran ini berusaha membangkitkan kenangan romantis dan keindahan di setiap objeknya. Pemandangan alam adalah objek yang sering diambil sebagai latar belakang lukisan. Romantisme dirintis oleh pelukis-pelukis pada zaman penjajahan Belanda dan ditularkan kepada pelukis pribumi untuk tujuan koleksi dan galeri di zaman kolonial. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Raden Saleh. EkspresionismeEkspressionisme adalah kecenderungan seorang seniman untuk mendistorsi kenyataan dengan efek-efek emosional . Ekspresionisme bisa ditemukan di dalam karya lukisan , sastra , film , arsitetur , dan musik . Istilah emosi ini biasanya lebih menuju kepada jenis emosi kemarahan dan depresi daripada emosi bahagia. Pelukis Matthias Grünewald dan El Greco bisa disebut ekspresionis. ImpresionismeImpresionisme adalah suatu gerakan seni dari abad 19 yang dimulai dari Paris pada tahun 1860an . Nama ini awalnya dikutip dari lukisan Claude Monet , ” Impression, Sunrise ” “Impression, soleil levant” . Kritikus Louis Leroy menggunakan kata ini sebagai sindiran dalam artikelnya di Le Charivari .Karakteristik utama lukisan impresionisme adalah kuatnya goresan kuas, warna-warna cerah bahkan banyak sekali pelukis impresionis yang mengharamkan warna hitam karena dianggap bukan bagian dari cahaya, komposisi terbuka, penekanan pada kualitas pencahayaan, subjek-subjek lukisan yang tidak terlalu menonjol, dan sudut pandang yang tidak biasa. Impresionisme menjadi pelopor berkembangnya aliran-aliran seni modern lain seperti Post-Impresionisme , Fauvisme , and Kubisme . Ia memiliki ciri khasGoresan kuas pendek dan tebal dengan gaya mirip sketsa, untuk memberikan kemudahan pelukis menangkap esensi subjek daripada didapat dengan sesedikit mungkin pencampuran pigmen cat yang digunakan. Diharapkan warna tercampur secara optis oleh retina .Bayangan dibuat dengan mencampurkan warna komplementer Hitam tidak digunakan sebagai bayangan.Cat tidak ditunggu kering untuk ditimpa dengan warna sifat transparansi cat sedetail mungkin sifat pantulan cahaya dari suatu objek untuk kemudian diterapkan di dalam di luar ruangan en plein air Berikut adalah pembahasan tentang Aliran Seni Lukis Modern yang sudah lengkap beserta penjelasannya sehingga sangat mudah untuk dipahami dalam mendalami ilmu seni secara detail. LANGEN ASMORO Karya Seni Lukis I. Pendahuluan Latar Belakang Penciptaan seni adalah wujud ekspresi jiwa bagi seorang perupa dalam rangka mewujudkan ide dan gagasan yang kemudian dituangkan menjadi sebuah karya seni. Proses berkarya seni memerlukan lingkungan yang mendukung agar karya yang dihasilkan menjadi lebih indah. Suasana alam yang indah dan sejuk mampu memberikan rangsangan dan penyegaran bagi pengembangan ide dan gagasan yang akhirnya menghasilkan karya yang dikehendaki. Seni Rupa yang diwadahi oleh Jurusan Pendidikan Seni Rupa yang merupakan bagian kawasan keilmuan di lingkungan Fakultas Bahasa dan Seni melaksanakan kegiatan workshop penciptaan seni yang merupakan kegiatan yang mendukung atmosfer berkesenian di lingkungan ini. Kegiatan workshop disamping sebagai kegiatan berekspresi seni, juga menjadi ajang silaturahmi, bahkan ajang saling berdiskusi tentang proses berkesenian dan perkembangan seni rupa pada umumunya sebagai pengembangan kompetensi sekaligus pengembangan sumber daya manusia di Jurusan Pendidikan Seni Rupa. II. Kajian Teori 1. Tema Tema dalam seni rupa menurut The Lexicon Webster Dictionary 19781019 berarti suatu hal yang yang menjadikan isi dari suatu ciptaan, hal ini biasanya dikutip dari dunia kenyataan, tetapi dilukiskan dengan memakai alat- alat kesenian semata-mata. Sesuai dengan pengertian di atas, maka pengertian tema adalah ide-ide yang mendasari atau yang menjadikan isi dalam penciptaan suatu lukisan. Jadi tema tema yang dimaksudkan adalah kehidupan sehari-hari yang terdiri dari motif berbagai bentuk manusia yang disusun sedemikian rupa sehingga menjadi suatu tema. Motif dalam hal ini merupakan bentuk-bentuk yang mendukung suatu tema. 2. Gaya Penciptaan karya seni lukis merupakan kegiatan yang bersifat pribadi, dimana lukisan merupakan cerminan dari perasaan, kreativitas, individualitas atau kepribadian pelukisnya, sehingga sehubungan dengan hal ini dalam seni lukis dikenal adanya istilah gaya pribadi, sebagaimana pendapat Sudarmadji 197929, bahwa suatu karya seni merupakan karya perseorangan dan harus mencerminkan perseorangan. Terkait dengan pendapat di atas, gaya lukisan ini pun menganut gaya perseorangan seniman sendiri atau gaya pribadi yang didasari konsep gaya Dekoratif , dimana setiap detail dari bidang gambar digarap sempurna dan bertujuan untuk menghias seindah-indahnya. Tidak ada bagian yang lebih menonjol atau difokuskan, karena semua memiliki penonjolan yang sama dan dengan intensitas warna yang setara pula. Dalam upaya memperindah setiap detail, latar belakang dihias bentuk-bentuk dekoratif sesuai dengan gaya lukisan. 3. Gaya Lukisan Dekoratif Dekoratif merupakan salah satu gaya dalam seni lukis. Definisi seni lukis dekoratif menurut Kusnadi 197629 adalah “seni lukis yang menstilir segala bentuk-bentuk menjadi elemen luas dengan memberikan warna-warna juga sebagai unsur luas”. Jadi seni lukis dekoratif menggunakan penggayaan bentukstilirisasi dan penggunaan warna untuk menciptakan keindahan. Stilirisasi menurut Soedarso adalah pengubahan bentuk-bentuk di alam dalam seni untuk disesuaikan dengan suatu bentuk artistik atau gaya tertentu seperti yang banyak terdapat dalam seni hias atau ornamentik. Stirilisasi disebut juga penggayaan yang berasal dari bah asa Inggris “ stylezation ” dalam bahasa Belanda “ stileren ” atau “ styleren “. Menurut glosarium http pengertian bentuk digayakan stylized adalah “ Simplified or exaggerated visual form which emphasizes particular or contrived design qualities ”. Bentuk yang digayakan adalah bentuk yang disederhanakan atau dilebih-lebihkan. Penggayaan pada dasarnya merupakan pengubahan bentuk yang terjadi jauh bedanya dengan bentuk aslinya, istilah itu berasal dari bahasa latin “ deformare ” yang artinya meniadakan atau merusak bentuk. Maka apabila stilirisasi masih berurusan dengan bentuk dasar yang diubah, deformasi sudah tidak lagi mengesankan bentuk dasar Sp., 200682. Definisi lain tentang deformasi deformation yang disebutkan da lam kamus http adalah “ an alteration of shape as by pressure or stress ”. Atau “ the shape that result from such a alternation ”. Deformasi adalah tindakan mengubah bentuk, karena tekana atau ketegangan, atau bentuk yang dihasilkan dari pengubahan bentuk itu. Deformasi misalnya dapat menimbulkan makna keterasingan, misalnya pada karya Giacomessi, Man Pointing Feldman, 19767. 4. Material Menurut Poerwadarminta 195058 material berarti bahan, bakal, barang yang akan dijadikan atau untuk membuat barang yang lain. Dalam mengekspresikan ide, dituntut kepiawaian dalam memilih material yang cocok, agar ide yang akan diekspresikan sesuai dengan yang direncanakan, seperti pendapat Fajar Sidik 197810 bahwa antara material dan seniman selalu terjaga semacam proses dialektik yang bisa berbeda-beda sehubungan dengan material yang berbeda-beda. Seringkali untuk mewujudkan maksud sebulat- bulatnya diperlukan material setepat-tepatnya . 5. Teknik Dalam Encyclopedy of World Art 1967965 dijelaskan bahwa teknik merupakan suatu pedoman untuk mengerjakan dengan atau tanpa bantuan alat- alat yang dilakukan seniman dalam mengolah berbagai macam material menjadi suatu bentuk karya seni. 6. Unsur-Unsur Pembentuk karya Seni Rupa dan Prinsip-Prinsip Penyusunan Komposisi. Dalam menikmati karya seni lukis kepuasan estetik diperoleh dengan mengenali dan memahami kualitas pektorilnya, yaitu irama, keselarasan, gerak atau pola Malins, 19809. Karya seni lukis yang dapat dikatakan sebgai susunan warna pada bidang datar, secara langsung dapat merangsang perasaan, tanpa terganggu oleh gambaaran visual dunia eksternal atau konsep-konesep logis. Bentuk dimaksudkan sebagai totalitas karya seni rupa, yaitu organisasi desain dari semua unsur yang membentuk karya seni rupa. Unsur-unsur bentuk elements of form juga disebut alat visual visual device , misalnya garis, bidang, warna, tekstur gelap terang. Cara menggunakan unsur-unsur tersebut menentukan penampilan final suatu karya seni rupa. Cara untuk menyusun unsur- unsur tersebut disebut prinsip-prinsip penyesuaian, misalnya keseimbangan, harmoni variasi warna dan kesatuan. Unsur-unsur bentuk dan prinsip-prinsip penyesuaiannya dapat disebut sebagai satu bahasa dasar basic grammer Seni Rupa Malins, 19809. a. Unsur-unsur Bentuk. Unsur-unsur bentuk sering dimaksud dengan unsur-unsur seni rupa ialah bagian-bagian yang sangat menentukan terwujudnya suatu bentuk karya seni rupa, karena pemahaman kerangka dari pengertian unsur-unsur inilah maka seseorang akan mampu membuat karya seni rupa menjadi lebih sempurna. Unsur-unsur seni rupa yang dimaksud adalah titik, bentuk, gelap terang, garis , texture , bidang, warna. Unsur-unsur bentuk tersebut masing-masing memiliki dimensi dan kualitas yangkhas. b. Prinsip-prinsip Penyusunan. Dalam karya seni rupa unsur-unsur tersebut disusun menjadi desain atau komposisi berdasarkan prinsip-prinsip seperti proporsi, keseimbangan, kesatuan, variasi, warna, penekanan serta gerak. 1. Proporsi Proporsi adalah hubungan ukuran antar bagian dalam suatu keseluruhan. Sebagai contoh, perbandingan ukuran pada tubuh manusia, yang menghubungkan kepala dengan tinggi badan, lebar pundak, dan panjang torso. Proporsi digunakan untuk menciptakan keteraturan dan sering ditetapkan untuk membentuk standar keindahan dan kesempurnaan, misalnya proporsi manusia pada zaman Yunani klasik dan kemudian oada masa Renaisans. Seniman cenderung menggunakan ukuran-ukuran yang tampak seimbang, mirip dan berhubungan dengan perbandingan. Penempatan yang dapat memerlukan pertimbangan pribadi, karena tidak ada rumus untuk menetapkan ukuran yang “benar” atau proporsi yang “tepat”Ockvirk, 196230-31. 2. Keseimbangan Keseimbangan adalah ekuilibrium diantara bagian-bagian dari suatu komposisi. Keseimbangan dapat dicapai dengan dua cara, yaitu simetri dan asimetri. Keseimbangan dapat dihasilkan melalui warna dan gelap terang yang membuat bagian-bagian tertentu lebih berat, selaras dengan bagian-bagian yang lain. Dalam lukisan, bidang kecil berwarna gelap tampak sama beratnya dengan bidang luas berwarna terang Jones,199225-26. Dalam komposisi keseimbangan dicapai berdasarkan pertimbangan visual. Dengan kata lain, keseimbangan disini merupakan keseimbangan optik yang dapat dirasakan diantara bagian-bagian dalam karya seni rupa. Keseimbangan ditentukan oleh faktor-faktor seperti penampilan, ukuran, proporsi, kualitas dan arah dari bagian-bagian tersebutOckvirk, 196223 3. Kesatuan Kesatuan menunjukan keadaan dimana berbagai unsur bentuk bekerja sama dalam menciptakan kesan keteraturan dan memberikan keseimbangan yang selaras antara bagian-bagian dan keseluruhan. Kesatuan dapat dicapai dengan berbagai cara, misalnya dengan pengulangan penyusunan bentuk secara monotone atau dengan pengulangan bentuk shape , warna, dan arah gerak. Kesatuan sering dihasilkan dengan mengurangi peranan bagian-bagian demi tercapainya konsep keseluruhan yang lebih besar. Penggunaan repetisi untuk mencapai kesatuan. Selain itu kesatuan juga dapat dicapai dengan menempatkan bentuk-bentuk secara berdekatan, dan kesatuan akan menjadi bertambah kuat jika disertai dengan repetisi. 4. Variasi Variasi berarti keragaman dalam penggunaan unsur-unsur bentuk. Kombinasi berbagai macam bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang dapat menghasilkan variasi, tanpa mengurangi kesatuan. Kesatuan dalam komposisi ditentukan oleh keseimbangan antara harmoni dan variasi. Harmoni dicapai melalui repetisi dan irama, sedangkan variasi melalui perbedaan dan perubahan. Harmoni mengikat bagian-bagian dalam kesatuan, sedangkan variasi menambah daya tarik pada keseluruhan bentuk atau komposisi. Tanpa variasi, komposisi menjadi statis atau tidak memiliki vitalitasOckvirl, 196221. 5. Irama Irama dapat diciptakan dengan pola repetisi, untuk mengesankan gerak. Irama dapat dilihat dengan pengelompokan unsur-unsur bentuk yang repetitif seperti garis, bentuk, dan warna. Sedikit perubahan dalam irama, baik dalam seni musik maupun seni rupa, dapat menambah daya tarik, tetapi perubahan yang besar dapat menyebabkan kesan tidak mengenakkan Fichner-Rathus 2008239. Repetisi dan irama tidak dapat dipisahkan. Repetisi adalah cara penekanan ulang satuan-satuan visual dalam suatu pola. Repetisi tidak selalu merupakan duplikasi secara persis, tetapi dapat juga didasarkan pada kemiripan. Variasi repetisi dapat memperkuat daya tarik suatu pola atau agar pola tersebut tidak membosankan Ockvirk,196229. III. Konsep Penciptaan Lukisan ini terinspirasi dari kehidupan para binatang dengan segala karakter, kebiasaan, cara hidup, dan karakteristik lainnya. Lebih fokus dan menarik perhatian adalah kehidupan unggas, terutama burung yang memiliki kekhasan pada keindahan bentuk dan keindahan gerak tubuh, beserta aktivitasnya di lingkungan tempat tinggal mereka. Beragam kegiatan para burung dan beragam kehidupan di sekitar lokasi tersebut menjadikan inspirasi untuk diekspresikan dan dituangkan ke dalam sebuah karya lukisan yang bergaya dekoratif. IV. Visualisasi Karya Judul Langen Asmoro Media Tinta di atas Kanvas Ukuran 40x 40cm Tahun 2015 Judul lukisan berjudul Langen Asmoro ini menggambarkan tentang kehidupan keluarga burung yang sedang bercengkerama, terbang diantara pepohonan yang ada di tengah hutan tempat tinggal mereka. Secara visual, fokus bentuk yang paling utama adalah dua ekor burung yang merupakan sepasang kekasih yang sedang bermain, bercanda, ditengah-tengah hutan. Nampak pada kedua burung tersebut digambarkan dengan liukan-liukan gesture tubuh yang indah, sebagai simbol, keindahan ciptaan Yang Maha Kuasa. Penggunaan isen-isen atau isian pada bagian-bagian tubuh burung, digambarkan untuk lebih menghidupkan dan menguatkan keindahan yang dimiliki oleh para burung tersebut. Visualisasi pendukung yang nampak kuat juga adalah sebuah pohon yang menjadi tempat hidup para burung dan keluarganya, ditampilkan dalam bentuk yang tidak utuh terpotong pada bagian kanan, dengan pemnggambaran ranting-ranting pohon yang digunakan sebagai sarang bagi anak- anak burung. Warna yang digunakan pada karya ini didominasi dengan perpaduan warna hitam dan putih dengan menggunakan aturan-aturan positif negatif untuk menghasilkan kontran yang baik. Tekstur pada karya lukisan ini merupakan tekstur semu, yang dihasilkan dari adanya goresan garis-garis lurus, lengkung, bidang-bidang geometris maupun non geometris dan blok-blok pada objek lukisan. Teknik untuk isian pada bidang- bidang gambar menggunakan teknik yang lazim digunakan pada karya-karya doodle yang bersifat dekoratif. Komposisi baik bentuk maupun warna dibuat asimetris dan dinamis dengan menggunakan kontras positif dan negatif warna hitam putih, sehingga terdapat dinamika gambaran burung, pohon-pohon, dan tercipta keindahan yang menarik. Secara filosofi berkaitan dengan makna yang terkandung dalam karya Langen Asmoro ini adalah, bahwasannya dalam kehidupan sebuah keluarga yang harmonis perlu adanya langen asmoro Bahasa Jawa yang artinya berbagi kasih. Sepasang kekasih agar selalu hangat dan mesra, penting untuk selalu berbagi kasih, saling mencintai, memahami, dan memiliki semangat kebersamaan. Pun dengan anak-anak mereka yang sangat membutuhkna kasih sayang dari orang tua dan saudara, saling menghargai, menghormati, agar dalam kehidupannya menjadi keluarga yang harmonis. Simbolisasi yang digunakan dalam karya ini dapat dilihat pada sepasang burung yang sedang berkasih sayang, dengan disaksikan anak-anak burung yang sedang berada di sarang di atas pohon, kegembiraan yang dirasakan bersama buah dari rasa kasih sayang yang besar. V. PENUTUP

latar belakang suatu lukisan disebut